Restoran Impian

Pada tulisan kali ini saya ingin membuat suatu restoran impian saya yang nantinya dapat menghasilkan omset 5 juta / hari..

Gambaran Umum Restoran Impianku

Tulisan ini mungkin tampak panjang dilihat, tapi tenang saja koq, saya akan mencoba membahas dengan cara yang menarik dan sistematis.. Oke, mari kita mulai..

Jadi begini, saya anggap untuk rata-rata biaya makan tiap pengunjung restoran ini adalah 25 ribu. Dan restoran ini buka mulai siang hari pukul 1 siang sampai malam hari pukul 10 malam
Nah,, agar bisa mendapatkan omset sekitar 5 juta rupiah maka jumlah pengunjung per hari haruslah 5 juta / 25ribu, yaitu 200 pengunjung per hari


Hmm, cukup susah juga mendapatkan pengunjung segitu banyaknya.. Tapi tenang saja, dengan mengucap kalimat Basmallah, kita awali dengan suatu perbandingan antara pengunjung siang hari : malam hari = 80 : 120, asumsi ini diambil karena makan siang terbatas oleh adanya jam kantor, sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk makan di kantin / café kantor karena jika makan di restoran kita, maka rata-rata waktu makan mereka sekitar 30 menit ditambah dengan waktu perjalanannya. Nah, ternyata lebih cepet makan di kantin / cafe kantor saat siang hari kan?


Kemudian pada saat malam hari waktunya lebih santai sehingga pengunjung bisa lebih banyak dan waktu makan jadi lebih lama yaitu sekitar 1 jam.
Sekarang saatnya untuk menentukan jumlah kursi yang dibutuhkan agar dapat menampung perkiraan pengunjung di malam hari karena total waktu di malam hari lebih sedikit dibandingkan dengan siang hari dan jumlah pengunjung lebih banyak daripada siang hari.
Asumsi waktu untuk malam hari adalah antara jam 6 – 10 malam, itu berarti kita punya waktu 4 jam di malam hari. Karena waktu makan adalah 1 jam, maka jumlah pengunjung yang harus ditampung tiap jamnya adalah 120 pengunjung : 4 jam, yaitu 30 pengunjung tiap jam dan itu berarti 30 kursi harus disediakan oleh restoran saya. Nah akhirnya dapet juga deh jumlah kursinya!!


Sebelum kita membuat suatu sistem alangkah baiknya jika kita mengetahui 'perilaku' dari para pelanggan restoran. Yang dilakukan oleh tiap pelanggan restoran kira-kira seperti ini :
1. Lapar / info 2. Menentukan untuk datang 3. Perjalanan parkir 4. Pesan / dapat tempat 5. Pilih menu 6. Makan 7. Ngobrol 8. Minum 9. Toilet 10. Bayar 11. Pulang 12. Dapat kesan


Suatu fasilitas yang nice to have adalah dekorasi tempat dan desain interior haruslah dibuat senyaman mungkin dan ada alunan musik agar pengunjung yang menunggu pesanan tidak merasa bosan. Alternatif lain untuk mengatasi kebosanan menunggu atau menunda rasa lapar, maka disediakan roti beserta mentega pada tiap meja di restoran.

Hmm.... Supaya nggak terlalu bingung(padahal dah bingung dari tadi ya? n_n) , kita bagi sistem kita menjadi 2 sistem besar ya!


Sistem I

Sistem Informasi Web dan Booking Tempat (Reservasi)

Sistem ini menggunakan web untuk melayani booking tempat. Di web ini ada beberapa hal yang ditampilkan, diantaranya adalah :


  1. Promosi terbaru dari restoran (misal, potongan harga bagi pemegang kartu kredit tertentu, menu terbaru, dll).

  2. Dokumentasi dari menu-menu yang dijual oleh restoran beserta keterangan ‘best seller’ dan ‘recommended’ serta gambaran umum dari content makanan atau minuman tersebut sehingga restoran ini dapat menarik pengunjung lebih banyak lagi. Dokumentasi diperlukan agar calon pengunjung mengetahui gambaran dari makanan atau minuman yang akan dipesan. Keterangan ‘best seller’ dan ‘recommended’ diperlukan agar pengunjung mengetahui menu unggulan dari restoran ini.

  3. Daftar semua cabang/outlet yang dimiliki oleh restoran ini (kalo dah punya cabang sih) beserta alamat lengkapnya dan nomer telepon. Jadi, calon pengunjung dapat mengetahui cabang mana yang terdekat dengan rumahnya.

Sistem pemesanan tempat yang ada di restoran ini adalah sebagai berikut :


  1. Sebelum melakukan booking, maka user harus dalam keadaan login atau dengan kata lain sudah terdaftar sebagai member di web tersebut. Cara mendaftar adalah cukup dengan memasukkan nama lengkap, alamat email, username login, password login. Saat melakukan pembatalan, user juga harus dalam keadaan login. Login ini diperlukan agar tidak terjadi proses booking atau pembatalan oleh pihak lain.

  2. Jika ada user yang telah melakukan booking, maka pada database dengan field tempat_kosong akan dikurangi jumlah tempat kosongnya sesuai dengan jumlah kursi yang dipesan user dan jika user keluar, ada yang mengupdate secara manual. Mengapa secara manual? Karena kita tidak pernah bisa memprediksikan lamanya seseorang makan di restoran (atau saya yang masih cupu... T.T).

  3. Sistem pembayaran booking tempat adalah menggunakan kartu kredit atau paypal. Harga yang dibayar sesuai dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya untuk tiap kursi.

  4. Pembatalan dapat dilakukan tetapi uang muka yang sudah dibayar tidak dapat dikembalikan. Waktu untuk menunggu adalah 1 jam. Jadi jika pemesan tidak kunjung datang setelah ditunggu selama 1 jam maka tempat yang dipesan akan dianggap kosong kembali

  5. Sistem ini juga dilengkapi dengan suggestion. Jadi, jika kita ingin memesan tempat pada cabang A dan ternyata cabang A penuh maka sistem bisa memberikan suggestion (saran) cabang yang terdekat dengan cabang A (misal, cabang B sebagai cabang yang terdekat dengan cabang A).

  6. Sistem pemesanan lewat telepon tetap bisa dilakukan lho!!


Jadi, jika dibuat secara lebih sederhana seperti ini :


  1. Input : Jumlah tempat yang akan dipesan oleh calon pengunjung dan uang muka yang harus dibayar

  2. Output : Jika penuh, maka berikan saran tempat terdekat lain yang kosong. Jika tidak penuh, maka minta uang muka dan jika proses transaksi sudah benar maka berikan keterangan ‘booking sukses’

  3. Tujuan : Kemudahan, akses dimanapun dan kapanpun

Nah, di atas tadi telah dibuat sistem pemesanan tempat... Nah gimana kalo kita langsung datang ke restoran tanpa booking tempat terlebih dahulu? Bolehkah? Ya jelas boleh lah... Untuk lebih jelasnya tentang pemesanan makanan bisa disimak pada sistem kedua berikut ini


Sistem II

Sistem Pemesanan dengan PDA

Sistem pemesanan ini menggunakan PDA yang dibawa oleh pelayan dan system komunikasinya menggunakan wireless. Jadi jalannya proses pemesanan adalah sebagai berikut : pembeli melihat menu yang disediakan oleh restoran dalam bentuk catalog menu kemudian pengunjung memesan makanan kepada pelayan yang sudah berdiri di samping pengunjung yang memesan kemudian pelayan mencatat semua menu yang di pesan ke dalam PDA. Di PDA tersebut sudah ada daftar menu, jadi pelayan bisa langsung tahu mana menu yang masih ada atau sudah habis. Setelah selesai memilih, maka pada PDA tersebut akan langsung menghitung total harganya dan bisa langsung di print agar pengunjung bisa langsung melakukan pembayaran.


Sistem ini bertujuan untuk melakukan efisiensi terhadap proses pemesanan. Jadi, beberapa hal seperti berikut dapat dihindari, yaitu :


  1. jika kita memesan nasi goreng -> pelayanan mencatat -> kita menunggu sejenak -> pelayan kembali dan ternyata nasi goreng habis. Dengan menggunakan PDA, kita akan segara tahu bahwa nasi goreng masih ada atau sudah habis.

  2. jika pelayan mencatat menggunakan kertas maka pelayan akan pergi ke kasir untuk menulis lagi di computer. Tapi dengan menggunakan PDA yang tersambung dengan PC kasir, pelayan hanya menulis 1 kali.

Dengan system seperti ini, pelayan juga mengetahui manakah makanan yang sudah disediakan atau belum (masih dalam proses memasak). Jadi kurangnya apa dapat diketahui, misal jika nasi goreng sudah dihidangkan maka pada PDA ada tanda nasi goreng “DONE”, tetapi mie goreng belum keluar maka tanda dari mie goreng “WAIT”.


Jadi, jika dibuat secara lebih sederhana seperti ini :


  1. Input : Menu yang dipesan oleh pengunjung

  2. Output : Total harga dari menu-menu yang dipesan

  3. Tujuan : Efisiensi


Sumber gambar :
id.88db.com

8 Response to "Restoran Impian"

  1. akbarindonesia Says:
    July 24, 2009 at 6:11 PM

    dowo men...
    wes ayo buka warung ae...murah2an disik...
    awakmu sing modal q sing ngatur duite...

  2. paibiopai Says:
    October 13, 2009 at 6:47 AM

    eh,, yaopo, tenanan ta? budhal ayo ndang buka restoran, ojo mentang arek suroboyo mek bondo nekat,,
    saiki wayahe 'bondo tekat' jeeh..

  3. Rino Sukmandityo says:
    October 13, 2009 at 8:20 AM

    ayo jeh...
    Aku bisnis karo QQ gak mlaku-mlaku soale

  4. paibiopai Says:
    October 13, 2009 at 8:21 AM

    healah, g konkrit lhangan
    sing enteng2 sek ae,,
    tapi adoh e, yaopo? hheu

  5. deady says:
    October 27, 2009 at 12:52 PM

    LIKE THISS!!!!!
    sampeyan arep nggawe restoran kan mas??

  6. Rino Sukmandityo says:
    October 28, 2009 at 2:48 AM

    sek suwi jeh...

  7. rat says:
    November 9, 2009 at 6:53 AM

    like this...
    mudah2an bs terwujud..
    tp saya nanti di-diskon 50% ya...
    =p

  8. Noka Renazor says:
    April 23, 2010 at 12:45 AM

    wah iki perlu dicatet iki...

Post a Comment

Silakan beri komentar pada tulisan ini :)